Acara Rekoleksi yang diselenggarakan sekolah berkolaborasi dengan Komite Sekolah SMP Katolik Santa Clara Surabaya periode 2025-2027 sukses menyadarkan kita bahwa menjadi “Cerdas Digital” itu keren, namun memiliki “Spiritualitas yang Kuat” jauh lebih penting, Sabtu (6/12).
Romo Ernest mengingatkan, penting bagi kita untuk mulai mengontrol penggunaan gadget. Jangan sampai gadget mengontrol hidup kita! Terlebih bagi para siswa SMP, misi utama saat ini adalah mencari identitas diri. Terlalu asyik di dunia virtual bisa membuat kita kehilangan arah tentang siapa diri kita sebenarnya. “Teknologi itu tak terelakkan, tapi kita butuh diskresi atau sikap bijaksana dalam menggunakannya,” pesan Romo Ernest.
Rumah: Basecamp Nyaman untuk Tumbuh
Romo Ernest menekankan bahwa rahasia menjadi remaja tangguh dimulai dari rumah. Membangun Lingkungan Psikologis yang Aman sangat penting. Beberapa poin kunci yang bisa dibahas bersama orang tua di rumah antara lain:
- Kehangatan & Responsif: Membangun kedekatan emosional agar merasa nyaman untuk terbuka.
- Bukan Tembok, tapi Batas (Boundary): Batas berfungsi menyaring hal baik yang masuk dan membuang hal buruk, bukan menutup komunikasi.
- Konsekuensi, Bukan Hukuman: Belajar bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.
Waspada “Google Effect” dan Krisis Identitas
Dalam sesi yang dipandu dr. Ari Christy Muliono, Sp.PD, Romo Ernest memaparkan fenomena Google Effect, kondisi di mana kemampuan otak menurun karena terlalu mengandalkan mesin pencari. Hal ini menegaskan pentingnya membiasakan remaja berpikir kritis tanpa selalu mengandalkan teknologi.
Tips Agar Tidak “Zonked” Digital
Berdasarkan data yang dipaparkan MC Bu Vera, rata-rata remaja menghabiskan waktu screen time hingga 5,9 jam per hari. Agar tidak kecanduan gadget, cobalah beberapa tips berikut:
- Ganti Gadget dengan Kertas: Sesekali tulis tugas dengan tangan untuk mengaktifkan kembali fungsi kritis otak.
- Aktivitas Alami: Imbangi waktu layar dengan olahraga atau hobi nyata.
- Dialog Jujur: Diskusikan aturan penggunaan gadget di rumah dengan orang tua.
Penulis : Tim Komite SMP Katolik Santa Clara Surabaya
