Slide 1
Anda Hebat
Ditempat Yang Tepat
Slide 2
Slide 3
Slide 3
Slide 3
Slide 4
Slide 5
Slide 6
Slide 7
Slide 8
Slide 9
previous arrow
next arrow
Welcome To

Santa Clara High Junior School

Redaksi

Berita

Rabu-Jumat (2-4 Oktober 2024), peserta didik kelas VIII yang merupakan anggota pramuka penggalang rakit mengikuti kegiatan perkemahan di Sasana Krida Jati Jejer. Perkemahan tahun ini mengangkat tema “Kembangkan Semangat Gotong Royong dan Kerja Sama untuk Bangun Kekompakan Pramuka”, bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kepramukaan, melatih kemandirian, mempraktikkan keterampilan kepramukaan, memberikan pengalaman hidup di alam bebas, serta mengembangkan diri secara personal dan sosial. Perkemahan ini juga menjadi wadah bagi para pramuka untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, tanggung jawab,
Kegiatan
Kelas VII SMP Katolik Santa Clara Surabaya terbagi menjadi lima gelombang. Tiap gelombang berisikan 35 orang yang terdiri dari 32 peserta didik dan 3 pembina, mengikuti retret 3 hari untuk setiap gelombang. Retret selama 3 hari di Griya Samadi Vincentius Prigen dengan tema “Aku Bersyukur, Aku Siap Diutus” memberikan ruang bagi siswa kelas VII untuk mendalami jati diri mereka sebagai citra Allah, menyadari kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, serta mempersiapkan diri untuk diutus menjadi pribadi
Kegiatan
Fasilitator sekolah penggerak Dr. Sri Sutarsi, M.Si, melakukan kunjungan lapangan di SMP Katolik Santa Clara Surabaya,  Kamis, 12 September 2024. Kegiatan kunjungan lapangan ini sebagai salah satu agenda pendampingan PSP 1 (Program Sekolah Penggerak) tahun ke-2. Pelaksanaan diawali dengan diskusi fasilitator bersama kepala sekolah. Aktivitas dilanjutkan dengan pengamatan proses pembelajaran di kelas IX-E dan VII B, dilanjutkan dengan pengamatan proses pembelajaran P5 di kelas VIII D. Setelah selesai pengamatan proses pembelajaran di kelas, diskusi dilanjutkan bersama
Akademik
Senin-Selasa, 9-10 September 2024, SMP Katolik Santa Clara Surabaya melaksanakan Asesmen Nasional 2024 yang diikuti oleh peserta didik kelas VIII yang telah ditentukan oleh Kemdikbud. Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. Asesmen Nasional dilaksanakan dengan tiga instrumen yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM literasi, numerasi), survey karakter dan survei lingkungan belajar. AKM yang mengukur literasi membaca dan literasi matematika
Akademik
Jumat (6/9) lalu, kakak kelas IX telah menggelar pameran karya P5 dengan tema pertama “Gaya Hidup Berkelanjutan”. Pada pameran ini, kakak kelas IX menampilkan karyanya mengenai Jejak Karbon Kita yang dikemas dalam dua sesi yakni Presentasi dan Pameran Portofolio Karya. Untuk pertama kalinya, kakak-kakak kelas IX mempresentasikan karyanya dengan dihadiri orang tua, bapak ibu guru, dan teman-teman kelas VII dan VIII. Setelah menyaksikan presentasi, pengunjung diarahkan untuk ke stand-stand pameran yang telah disediakan tiap-tiap kelompok.
Kegiatan
Proud

to be sanclar family

0%
Kelulusan
0
Ekstrakurikuler
0
Peserta Didik
0
Tenaga Pendidik
Testimonials

What Parents Say

Pendidikan adalah salah satu bekal penting bagi kita semua, terkhusus anak kita. Apa saja pertimbangan yang menjadi list sekolah yang ideal? Apakah cukup dengan sekolah yang biaya sekolahnya mahal? Apakah cukup dengan sekolah yang based on International Curriculum? Atau Apakah sekolah yang lagi tren karena orang bilang bagus kualitasnya?

Di Surabaya banyak sekolah yang menawarkan berbagai keunggulan yang diberikan tetapi sebagai orang tua pastinya kita akan memutar otak kita dan berpikir secara bijak degan banyak pertimbangan hingga mendapatkan sekolah yang “klik” dengan kebutuhan anak kita. Referensi dari berbagai sumber, kita jadikan pertimbangan dengan harapan ketika anak kita mengenyam pendidikan di sekolah tersebut akan terpenuhi kebutuhannya dengan baik.

Sampai pada keputusan final saya dan suami pada SMP Katolik Santa Clara. Kami selalu memprioritaskan pada keseimbangan aspek kualitas akademis, karakter, dan lingkungan yang kondusif bagi anak kami. SMP Katolik Santa Clara – Surabaya menjadi jawaban dan kandidat utama sebagai sekolah pilihan anak kami. Sekolah dengan status akreditasi “A”, berbasis sekolah swasta Katolik yang menerapkan visi dan misi jelas di bawah naungan Yayasan Puspita Kencana yang dikepalai Suster Misionaris Claris (MC). Kualitas guru, fasilitas yang memadai, dan kegiatan ekstrakurikuler yang menunjang potensi anak kami. Pembiasaan-pembiasaan yang menjadi ciri khas Santa Clara dan teladan dari Beata Maria Ines.

Terima kasih SMP Katolik Santa Clara, anak kami tidak hanya bersekolah dengan kurikulum dan pendidikan akademik yang sesuai kebutuhannya, tetapi ia dapat bertumbuh dengan pribadi yang beriman Katolik, berkarakter kuat, dan mempunyai sikap sosial yang baik, serta ia juga dapat mengembangkan potensi, kepercayaan diri, pengalaman positif, dan melatih ketahanan dengan mengikuti lomba-lomba yang diadakan sekolah maupun dari luar sekolah dan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi bekal kemampuan non-akademiknya, serta lingkungan yang kondusif dan nyaman bagi anak kami. Itulah yang menjadikan kami jatuh hati dengan SMP Katolik Santa Clara. Semoga anak kami dapat menggapai cita-citanya dan menjadi alumnus SMP Katolik Santa Clara yang membanggakan.

Teruslah maju Santa Clara! Jayalah Santa Clara!

Tuhan memberkati.

(Natalia Betty Widiyanti Sulistyoningrum – Ibu dari Martinus Noam Pierce Navarro Kelas VIII C Tahun Pelajaran 2024/2025)

Anak-anak SMP Katolik Santa Clara memang multitalenta. Saya percaya sekolah katolik dapat membuat anak menjadi disiplin, anak yang baik dan dapat membanggakan ortu ke depannya. Terima kasih juga atas bimbingan suster dan guru-guru SMP Katolik Santa Clara pada anak-anak saya.

(Patricia Halim – Ibu dari Robertus Raymond Tanuwihardja- Alumni)

Nama saya Henny, ibu dari William, Richard dan Kelly—tiga anak yang besar di lingkungan SDK dan SMPK Santa Clara. Setelah menyelesaikan Pendidikan di SMA, mereka melanjutkan studi ke Amerika. Kini, William dan Richard sudah lulus dan mulai bekerja, sementara Kelly masih menjalani masa kuliahnya.

Salah satu hal yang sangat saya syukuri adalah bagaimana sistem pembelajaran di Santa Clara begitu menekankan disiplin, pengelolaan waktu, dan tanggung jawab atas tugas-tugas sekolah. Sejak dini, anak-anak saya terbiasa menghadapi berbagai tugas dan kegiatan yang menuntut konsistensi dan kemandirian. Nilai-nilai inilah yang membantu mereka mengatur stres dan tetap fokus saat menghadapi tantangan di perkuliahan maupun dunia kerja.

Lebih dari sekadar pencapaian akademik atau profesi, saya bangga karena mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Saya percaya bahwa lingkungan belajar Santa Clara tidak hanya membentuk anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membangun fondasi karakter yang kuat—termasuk nilai kekeluargaan, kepedulian, dan kasih yang tulus. Nilai-nilai ini tidak hanya membekali mereka dalam studi dan karier, tetapi juga dalam membangun hubungan yang penuh empati di manapun mereka berada.

Saya sungguh bersyukur kepada para guru dan komunitas Santa Clara yang telah menjadi bagian penting dalam proses pertumbuhan anak-anak saya. Lingkungan yang hangat dan penuh perhatian benar-benar memberikan dampak jangka panjang dalam kehidupan mereka.

Semoga cerita ini bisa menjadi semangat bagi para orang tua lainnya. Terima kasih, dan kiranya Tuhan memberkati kita semua.
(Henny Sulistio Jeniwati -Ibu dari William, Richard dan Kelly-Alumni)

Sebagai orang tua, saya percaya bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai, tapi bagaimana sekolah mampu membentuk karakter, membuka wawasan, dan membekali anak-anak untuk siap menghadapi masa depan. Saya ingin membagikan sedikit cerita tentang perjalanan pendidikan dua putra saya, Nicholas Clemens Oswald dan Adriel Clemens Oswald, yang semuanya berawal dari SMPK Santa Clara.

Nicholas dan Adriel adalah alumni SMPK Santa Clara tahun 2017. Kami sekeluarga kemudian memutuskan untuk melanjutkan pendidikan mereka ke Princes Hill Secondary College (PHSC) di Melbourne, Australia. Meskipun sistem pendidikan di sana sangat berbeda dengan di Indonesia, mereka tidak mengalami kesulitan berarti dalam beradaptasi. Kemampuan Bahasa Inggris yang mereka peroleh selama di SMPK Santa Clara, ditambah les tambahan yang mereka ikuti, ternyata sudah menjadi bekal yang sangat cukup untuk langsung terjun ke sistem pembelajaran di sana—tanpa perlu persiapan khusus atau kelas transisi.

Selama tiga tahun di PHSC, mereka tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, terbuka, dan aktif. Mereka mampu mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan meraih nilai akhir ATAR sebesar 91.05—sebuah pencapaian luar biasa yang setara dengan nilai Ujian Nasional di Indonesia. Nilai ini membuka banyak pintu bagi masa depan mereka.

Setelah lulus dari sekolah menengah atas, mereka mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di bidang Statistic and Data Science di Sunway University, Malaysia. Di sana pun mereka membuktikan konsistensinya dengan menyelesaikan studi dengan IPK 3.75. Saat ini, mereka tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke jenjang master di Taiwan, juga dengan beasiswa dari pemerintah Taiwan.

Melihat perjalanan ini, saya merasa sangat bersyukur dan bangga. Semua pencapaian ini tentu bukan hanya hasil usaha mereka sendiri, tapi juga berakar dari fondasi pendidikan yang kuat sejak SMP. Saya percaya, peran sekolah sangat besar dalam membentuk kesiapan akademik dan mental anak-anak. SMPK Santa Clara telah memberikan dasar yang luar biasa bagi mereka untuk terbang lebih tinggi. Semoga kisah ini bisa menjadi inspirasi bagi para orang tua dan siswa lainnya—bahwa dengan fondasi yang tepat, tidak ada batas bagi anak-anak kita untuk meraih cita-citanya, bahkan hingga ke panggung dunia.
(Deasy Dian Retno-Ibu dari Nicholas dan Adriel Clemens Oswald-Alumni)

Saya Nancy, mama dari Jane, alumni SMP Katolik Santa Clara Surabaya. Setelah tamat dari SMP Katolik Santa Clara, Jane berkeinginan untuk melanjutkan SMA di Amerika. Puji Tuhan semuanya berjalan lancar tidak ada kendala baik dari proses pendaftaran maupun kelengkapan dokumennya. Dan semua kelengkapan dokumen yang didapat dari SMP Katolik Santa Clara sangat membantu dalam pendaftaran SMA di Amerika. Bagi anak-anak Santa Clara yang ingin meneruskan sekolah di Amerika, saya yakin pasti bisa karena kredibilitas sekolah Santa Clara sangat baik. Semoga sharing saya ini bermanfaat. Terima kasih dan Tuhan memberkati.
(Nancy, mama dari Jane)

Link Website

Unit

error: Content is protected !!